
1. Menganalisis fenomena biosfer dan
antroposfer
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
|
1.3. Menjelaskan
pengertian fenomena antroposfer
|
· Menganalisis komposisi penduduk
berdasarkan umur dan jenis kelamin
· Mencatat dan mengumpulkan data
kependudukan dari RT
· Mengelompokkan data kependudukan (4 RT),
berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
· Menghitung sex ratio dan dependency
ratio
· Mengidentifikasi tinggi rendahnya
kualitas penduduk berdasar tingkat pendidikan dan kesehatan
|
|
1.4. Menganalisis aspek
kependudukan
|
· Menghitung tingkat kelahiran penduduk
· Menghitung tingkat kematian penduduk
·
Mendeskripsikan
sejarah pembentukan muka bumi Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah
· Menyajikan informasi kependudukan
melalui peta, tabel, grafik atau diagram
·
|

Pengertian Antroposfer
Secara etimologi (asal
kata) antroposfer berasal dari dua kata, yaitu antrophos yang berarti manusia
dan sphere yang berarti lapisan. Antroposfer diartikan sebagai lapisan di mana
manusia hidup bertempat tinggal pada permukaan bumi. Lapisan antroposfer ini
lebih tipis dibanding lapisan biosfer yang telah dijelaskan pada Bab I yang
lalu.
Tidak semua tempat di
bumi dapat ditinggali manusia. Total luas
permukaan bumi, yang berupa daratan hanya seluas 56,9 juta mil persegi
atau 29 persen dari keseluruhan
permukaan bumi, lainnya 71 persen merupakan perairan. Total luas daratan 29
persen yang dapat ditinggali manusia hanya sekitar 20 persen, 20 persen
merupakan daerah kutub, 20 persen daerah gurun, 20 persen daerah yang pergunung-gunung, dan 20 persen lainnya
merupakan daerah hutan dan rawa.
Manusia sebagai salah
satu makhluk hidup yang hidup di bumi bergantung pada kondisi biosfer,
hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Lapisan atmosfer membentuk cuaca dan iklim
yang sangat perpengaruh pada kehidupan
manusia. Lapisan litosfer berpengaruh pada tanah dan bentuk lahan, dan
berpengaruh pula pada manusia dalam memperoleh sumber daya alam. Lapisan
hidrosfer memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam hal ketersediaan air
dengan berbagai manfaatnya.
Faktor-Faktor Antroposfer
Para ahli geografi
mengemukakan tujuh faktor lingkungan alam yang
mendasari kehidupan manusia. Faktor lingkungan alam tersebut akan
memengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, politik,
budaya, dan religi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lokasi Geografis
Lokasi
geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)
lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh
garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis
dan tidak dapatdiubah, dan
lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh
garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis
dan tidak dapatdiubah, dan
2)
lokasi
relatif, yaitu berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi ini
menyangkut keterjangkauan (assesibilitas) suatu daerah.
b. Topografi atau Relief
Daerah
dengan topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu bergelombang,
seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebihsulit berkembang
dibandingkan dengan daerah yang memiliki topografi relative datar seperti di
daerah dataran rendah. Berbagai usaha pertanian di daerah yang mempunyai
topografi kasar akan sulit berkembang, misalnya Swiss, Austria, Tibet, Nepal, serta
kawasan di sepanjang Pegunungan Andes (Amerika Selatan). sebaliknya dataran rendah seperti Cina, tanah
rendah di Inggris, dan kawasan prairie di Amerika Serikat mempunyai topografi
yang baik untuk pertanian. Konfigurasi garis pantai juga merupakan jenis
topografi yang berpengaruh pada kegiatan manusia, misal pantai berteluk-teluk
(fyord) di Norwegia menguntungkan dalam usaha perikanan.
c. Struktur Geologis
Struktur
geologis pada permukaan bumi memengaruhi geomorfologi suatu wilayah. Geomorfologi
sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan penduduk yang ada di wilayah tersebut, khususnya kegiatan di bidang
ekonomi.
d. Iklim
Iklim
adalah faktor lingkungan yang sangat penting dalam memengaruhi kegiatan
manusia. Kekayaan budaya banyak sekali
dipengaruhi oleh iklim misalnya model pakaian, bentuk bangunan rumah, dan system
pertanian.
e. Tanah
Tanah merupakan lapisan
paling atas dari permukaan bumi. Tanah mempunyai peranan penting bagi kehidupan
manusia di antaranya untuk tempat tinggal dan sebagai lahan untuk kegiatan
bercocok tanam. Tanah sebagai salah satu sumber daya alam perlu dijaga kelestariannya.
f. Tumbuhan
Tumbuhan atau vegetasi,
baik yang alami maupun vegetasi buatan sebagai hasil budi daya manusia.
A. LEDAKAN JUMLAH PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk
dunia sangat pesat tahun 1999 jumlahnya mencapai 6 milyar dan pada tahun 2005 mencapai 9 milyar.
Pertumbuhan yang melesat ini dikenal sebagai ledakan jumlah penduduk.
1. Dampak Peledakan
Penduduk
a. Persaingan Lapangan
Pekerjaan, semakin tinggi pertumbuhan penduduk
semakin banyak orang
memperebutkan lapangan pekerjaan.
b. Persaingan untuk
mendapat permukiman, kondisi ini biasanya terjadi di
kota-kota besar, mereka
yang tidak mendapatkan pemukiman yang
terjangkau biasanya
tinggal di kawasan kumuh.
c. Kesempatan pendidikan,
pertambahan penduduk yang tinggi tidak diimbangi
dengan pembangunan sarana
dan prasarana mengakibatkan tidak semua
penduduk memiliki
kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.
2. Pengendalian Peledakan
Penduduk
a. Insentif dan sanksi. Insentif merupakan tunjangan
biaya yang diberikan oleh
pemerintah berwenang.
Sanksi merupakan pembatasan tujangan yang
diberikan pemerintah
berwenang.
b. Pendidikan tentang
keluarga berencana.
B. KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN UMUR DAN JENIS KELAMIN
1. Menghitung Jumlah Penduduk
a. Sensus penduduk
Sensus penduduk dapat dibedakan atas
dua macam, yakni sensus de facto
dan de jure. Sensus de facto adalah
penghitungan penduduk atau
pencacahan penduduk yang dilakukan
terhadap setiap orang yang pada
waktu sensus diadakan berada dalam
wilayah sensus. Sementara sensus
de jure adalah pencacahan yang hanya
dikenakan pada penduduk yang
benar-benar bertempat tinggal dalam
wilayah sensus tersebut.
b. Registrasi
Registrasi merupakan kumpulan
keterangan mengenai kelahiran, kematian
dan segala kejadian penting manusia,
misalnya perkawinan, perceraian,
pengangkatan anak dan perpindahan
penduduk.
c. Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk
dengan cara mengambil contoh
daerah.
2. Komposisi Penduduk Berdasarkan
Umur dan Jenis Kelamin
Komposisi penduduk adalah
pengelompokan penduduk atas dasar kriteria
tertentu. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk dapat dikelompokkan
menjadi
penduduk lak-laki dan perempuan.
Sementara berdasarkan umur, penduduk
dapat dikelompokkan menurut ukuran
rentang usia tertentu, misalnya satu
tahun, lima tahun, dan dua puluh lima
tahun.
Komposisi penduduk menurut umur dan
jenis kelamin dapat disajikan dalam
bentuk tabel atau bentuk grafik.
Grafik susunan penduduk menurut umur dan
jenis kelamin pada saat tertentu yang
berbentuk piramida disebut piramida
penduduk.
Piramida penduduk dapat digolongkan
ke dalam tiga macam, yaitu piramida
penduduk muda, piramida penduduk
stasioner, dan piramida penduduk tua.
a.
Piramida penduduk muda menunjukkan bahwa penduduk suatu negara
tersebut sedang mengalmai
pertumbuhan.
b.
Piramida penduduk Stasioner menunjukkan bahwa penduduk dalam suatu
negara tersebut keadaan stasioner
atau tetap. Piramida penduduk ini
menunjukkan bahwa jumlah kelahiran
dan kematian seimbang.
c. Piramida penduduk tua menunjukkan
bahwa sebagian besar penduduk
suatu negara tersebut berada pada
kelompok usia tua.
C. MENGHITUNG
PERTUMBUHAN PENDUDUK SUATU WILAYAH
Pertumbuhan penduduk
adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan kekuatan yang menambah dan
kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah
penduduk. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk,
yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.
Faktor Pertumbuhan penduduk, kelahiran
dan kematian disebut faktor alami,
sedang migrasi disebut faktor nonalami.
Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi
jumlah penduduk. Faktor migrasi dapat
menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yan bersifat menambah disebut
migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi
yang bersifat mengurangi disebut migrasi
keluar (emigrasi)
1. Mengukur Pertumbuhan Penduduk
a. Pertumbuhan Penduduk Alami (natural
increase) Pertumbuhan penduduk alami
adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian.
T = (L – M)
Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk
kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000
jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan alaminya ?
T = ( 8.000 – 3.000
)
= 5.000 jiwa.
Pertumbuhan penduduk kota Bekasi tahun 2006 adalah 5.000 jiwa
b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total
memperhitungkan migrasi (imigrasi dan
emigrasi), dengan rumus sebagai berikut.
T = (L – M) + (I – E)
Contoh :
Diketahui jumlah
kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000 jiwa ` dan
angka kematiannya 3.000 jiwa.
Jumlah Imigrasi 2.000
jiwa dan emigrasi 1.000 jiwa.
Berapakah pertumbuhan totalnya
?
T = ( 8.000 – 3.000 ) + (
2.000 – 1.000 ) jiwa
= 5.000 + 1.000
= 6.000 jiwa
Pertumbuhan penduduk
total kota Bekasi tahun 2006 = 6.000 jiwa
2. Proyeksi Penduduk
Jumlah penduduk di masa yang akan
datang dapat dihitung atau diproyeksikan mengenai jumlah penduduk masa yang akan datang
sangat penting.
Pn = Po (1 + r)n
3. Kelahiran (natalitas)
a. Faktor-faktor pronatalitas
(1)
Kawin
usia muda
(2)
Tingkat
kesehatan
(3)
Anggapan
banyak anak banyak rezeki
b. Faktor-faktor
antinatalitas
(1)
Pembatasan
umur menikah
(2)
Program
Keluarga Berencana
(3)
Pembatasan
tunjangan anak
(4)
Anak
merupakan beban

pengukuran kelahiran dapat dilakukan
melalui beberapa cara ;
1) Angka Kelahiran Kasar
Angka kelahiran kasar (crude birth rate
disingkat CBR) menunjukkan jumlah kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus
sebagai berikut.
![]() |
2) Angka Kelahiran Menurut Umur
Cara pengukuran kelahiran metode CBR
seringkali kurang memuaskan karena tidak memperhatikan pembagian menurut jenis kelamin
dan menurut golongan umur.
![]() |
4. Kematian (mortalitas)
a.
Faktor-faktor antimortalitas
(a) tersedianya fasilitas kesehatan yang
memadai,
(b) lingkungan yang bersih dan teratur,
(c) adanya ajaran agama yang melarang
bunur diri, dan
(d) tingkat kesehatan masyarakat yang
tinggi sehingga penduduk tidak mudah
terserang penyakit.
b. Faktor-faktor
promortalitas
(a)
kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
(b)
fasilitas
kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumah sakit, peralatan
kesehatan, dan obat-obatan,
(c)
seringnya
terjadi kecelakaan lalu lintas,
(d)
adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
(e)
terjadinya
peperangan.
Pengukuran kematian dapat dilakukan
melalui beberapa cara.
1. Angka Kematian Kasar
Angka kematian kasar
(crude death rate / CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000
penduduk setiap tahun, dengan rumus
sebagai berikut.
2. Angka Kematian Menurut Umur
Angka kematian menurut
umur (Age Specific Death Rate / ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada
kelompok umur tertentu setiap 1.000
penduduk dalam kelompok umur yang sama.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar