Selasa, 03 April 2012

ANTROFOSFER


1.  Menganalisis fenomena biosfer dan antroposfer
Kompetensi Dasar
Indikator
1.3. Menjelaskan pengertian fenomena antroposfer
·   Menganalisis komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin
·   Mencatat dan mengumpulkan data kependudukan dari RT
·   Mengelompokkan data kependudukan (4 RT), berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
·   Menghitung sex ratio dan dependency ratio
·   Mengidentifikasi tinggi rendahnya kualitas penduduk berdasar tingkat pendidikan dan kesehatan
1.4. Menganalisis aspek kependudukan
·   Menghitung tingkat kelahiran penduduk
·   Menghitung tingkat kematian penduduk
·     Mendeskripsikan sejarah pembentukan muka bumi Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah
·   Menyajikan informasi kependudukan melalui peta, tabel, grafik atau diagram
·    












Pengertian Antroposfer
Secara etimologi (asal kata) antroposfer berasal dari dua kata, yaitu antrophos yang berarti manusia dan sphere yang berarti lapisan. Antroposfer diartikan sebagai lapisan di mana manusia hidup bertempat tinggal pada permukaan bumi. Lapisan antroposfer ini lebih tipis dibanding lapisan biosfer yang telah dijelaskan pada Bab I yang lalu.
Tidak semua tempat di bumi dapat ditinggali manusia. Total luas  permukaan bumi, yang berupa daratan hanya seluas 56,9 juta mil persegi atau 29 persen dari  keseluruhan permukaan bumi, lainnya 71 persen merupakan perairan. Total luas daratan 29 persen yang dapat ditinggali manusia hanya sekitar 20 persen, 20 persen merupakan daerah kutub, 20 persen daerah gurun, 20 persen daerah yang  pergunung-gunung, dan 20 persen lainnya merupakan daerah hutan dan rawa.
Manusia sebagai salah satu makhluk hidup yang hidup di bumi bergantung pada kondisi biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Lapisan atmosfer membentuk cuaca dan iklim yang sangat  perpengaruh pada kehidupan manusia. Lapisan litosfer berpengaruh pada tanah dan bentuk lahan, dan berpengaruh pula pada manusia dalam memperoleh sumber daya alam. Lapisan hidrosfer memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam hal ketersediaan air dengan berbagai manfaatnya.
Faktor-Faktor Antroposfer
Para ahli geografi mengemukakan tujuh faktor lingkungan alam yang  mendasari kehidupan manusia. Faktor lingkungan alam tersebut akan  memengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan religi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lokasi Geografis
       Lokasi geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)      lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis dan tidak dapatdiubah, dan
2)      lokasi relatif, yaitu berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi ini menyangkut keterjangkauan (assesibilitas) suatu daerah.

b. Topografi atau Relief

             Daerah dengan topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu bergelombang, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebihsulit berkembang dibandingkan dengan daerah yang memiliki topografi relative datar seperti di daerah dataran rendah. Berbagai usaha pertanian di daerah yang mempunyai topografi kasar akan sulit berkembang, misalnya Swiss, Austria, Tibet, Nepal, serta kawasan di sepanjang Pegunungan Andes (Amerika Selatan).  sebaliknya dataran rendah seperti Cina, tanah rendah di Inggris, dan kawasan prairie di Amerika Serikat mempunyai topografi yang baik untuk pertanian. Konfigurasi garis pantai juga merupakan jenis topografi yang berpengaruh pada kegiatan manusia, misal pantai berteluk-teluk (fyord) di Norwegia menguntungkan dalam usaha perikanan.

c. Struktur Geologis
             Struktur geologis pada permukaan bumi memengaruhi geomorfologi suatu wilayah. Geomorfologi sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan penduduk yang ada di wilayah  tersebut, khususnya kegiatan di bidang ekonomi.

d. Iklim
             Iklim adalah faktor lingkungan yang sangat penting dalam memengaruhi kegiatan manusia.  Kekayaan budaya banyak sekali dipengaruhi oleh iklim misalnya model pakaian, bentuk bangunan rumah, dan system pertanian.

e. Tanah
             Tanah merupakan lapisan paling atas dari permukaan bumi. Tanah mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia di antaranya untuk tempat tinggal dan sebagai lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Tanah sebagai salah satu sumber daya alam perlu dijaga  kelestariannya.
         f. Tumbuhan
Tumbuhan atau vegetasi, baik yang alami maupun vegetasi buatan sebagai hasil budi daya manusia.
A.  LEDAKAN JUMLAH PENDUDUK 
Pertumbuhan penduduk dunia sangat pesat tahun 1999 jumlahnya mencapai 6 milyar  dan pada tahun 2005 mencapai 9 milyar. Pertumbuhan  yang melesat ini dikenal  sebagai ledakan jumlah penduduk.
1. Dampak Peledakan Penduduk
a. Persaingan Lapangan Pekerjaan, semakin tinggi pertumbuhan penduduk
semakin banyak orang memperebutkan lapangan pekerjaan.
b. Persaingan untuk mendapat permukiman, kondisi ini biasanya terjadi di
kota-kota besar, mereka yang tidak mendapatkan pemukiman yang
terjangkau biasanya tinggal di kawasan kumuh.
c. Kesempatan pendidikan, pertambahan penduduk yang tinggi tidak diimbangi
dengan pembangunan sarana dan prasarana mengakibatkan tidak semua
penduduk memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.
2. Pengendalian Peledakan Penduduk
a. Insentif dan sanksi. Insentif merupakan tunjangan biaya yang diberikan oleh
pemerintah berwenang. Sanksi merupakan pembatasan tujangan yang
diberikan pemerintah berwenang.
b. Pendidikan tentang keluarga berencana. 

B. KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN UMUR DAN JENIS KELAMIN
1. Menghitung Jumlah Penduduk
a. Sensus penduduk
Sensus penduduk dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensus de facto
dan de jure. Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau
pencacahan penduduk yang dilakukan terhadap setiap  orang yang pada
waktu sensus diadakan berada dalam wilayah sensus. Sementara sensus
de jure adalah pencacahan yang hanya dikenakan pada penduduk yang
benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut.
b. Registrasi 
Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian
dan segala kejadian penting manusia, misalnya perkawinan, perceraian,
pengangkatan anak dan perpindahan penduduk.
c. Survei 
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh
daerah.
2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteria
tertentu. Berdasarkan  jenis kelamin, penduduk dapat dikelompokkan menjadi
penduduk lak-laki dan perempuan. Sementara berdasarkan umur, penduduk
dapat dikelompokkan menurut ukuran rentang usia tertentu, misalnya satu
tahun, lima tahun, dan dua puluh lima tahun.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat disajikan dalam
bentuk tabel atau bentuk grafik. Grafik susunan penduduk menurut umur dan
jenis kelamin pada saat tertentu yang berbentuk piramida disebut  piramida
penduduk.
Piramida penduduk dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu piramida
penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
a.  Piramida penduduk muda menunjukkan bahwa penduduk suatu negara
tersebut sedang mengalmai pertumbuhan.
b.  Piramida penduduk Stasioner menunjukkan bahwa penduduk dalam suatu
negara tersebut keadaan stasioner atau tetap. Piramida penduduk ini
menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dan kematian seimbang.
c. Piramida penduduk tua menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk
suatu negara tersebut berada pada kelompok usia tua.
C.  MENGHITUNG PERTUMBUHAN PENDUDUK SUATU WILAYAH
Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah  penduduk. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitu  kelahiran, kematian, dan migrasi. Faktor  Pertumbuhan penduduk, kelahiran dan  kematian disebut faktor alami, sedang migrasi disebut faktor nonalami.  Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk.  Faktor migrasi dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yan bersifat menambah disebut migrasi  masuk (imigrasi) dan migrasi yang bersifat  mengurangi disebut migrasi keluar (emigrasi)
 1. Mengukur Pertumbuhan Penduduk
a.    Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)  Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian.
T = (L – M)
Contoh : 
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah  8.000 jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan alaminya ? 
T = ( 8.000 – 3.000 ) 
                                       = 5.000 jiwa.
       Pertumbuhan penduduk kota Bekasi tahun 2006 adalah 5.000 jiwa 
b.    Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan migrasi  (imigrasi dan emigrasi),  dengan rumus sebagai berikut.
T = (L – M) + (I – E)
Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah  8.000 jiwa `   dan angka kematiannya 3.000 jiwa. 
Jumlah Imigrasi 2.000 jiwa dan emigrasi 1.000 jiwa.  Berapakah  pertumbuhan totalnya ? 
T = ( 8.000 – 3.000 ) + ( 2.000 – 1.000 ) jiwa
   = 5.000 + 1.000
                                     = 6.000 jiwa 
Pertumbuhan penduduk total kota Bekasi tahun 2006 = 6.000 jiwa
2. Proyeksi Penduduk
Jumlah penduduk di masa yang akan datang dapat dihitung atau diproyeksikan  mengenai jumlah penduduk masa yang akan datang sangat penting.
Pn = Po (1 + r)n
 
3. Kelahiran (natalitas)
a.      Faktor-faktor pronatalitas
(1)                Kawin usia muda
(2)                Tingkat kesehatan 
(3)                Anggapan banyak anak banyak rezeki   
    b.  Faktor-faktor antinatalitas
(1)                Pembatasan umur menikah
(2)                Program Keluarga Berencana
(3)                Pembatasan tunjangan anak
(4)                Anak merupakan beban
pengukuran kelahiran dapat dilakukan melalui beberapa cara ;
1)      Angka Kelahiran Kasar
 Angka kelahiran kasar (crude birth rate disingkat CBR) menunjukkan jumlah kelahiran tiap  1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut.
 


2)      Angka Kelahiran Menurut Umur
Cara pengukuran kelahiran metode CBR seringkali kurang memuaskan karena tidak  memperhatikan pembagian menurut jenis kelamin dan menurut golongan umur.
 

4. Kematian (mortalitas)
         a. Faktor-faktor antimortalitas
(a)   tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai,
(b)   lingkungan yang bersih dan teratur,
(c)    adanya ajaran agama yang melarang bunur diri, dan 
(d)   tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi sehingga penduduk tidak  mudah terserang penyakit.
       b. Faktor-faktor promortalitas
(a)   kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
(b)   fasilitas kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumah sakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,
(c)    seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
(d)   adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
(e)   terjadinya peperangan.
            Pengukuran kematian dapat dilakukan melalui beberapa cara.
1.    Angka Kematian Kasar
Angka kematian kasar (crude death rate / CDR) adalah angka yang  menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan  rumus sebagai berikut.
2.      Angka Kematian Menurut Umur
Angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate / ASDR) adalah  angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu  setiap 1.000 penduduk dalam kelompok umur yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar